Showing posts with label tips Foto. Show all posts
Showing posts with label tips Foto. Show all posts

Wednesday, May 25, 2011

Negative space in Photography Composition

Composition

There are three principal compositional components to a photography image.
  • Frame, The frame is the border that is all around the rest of the imag.
  • Positive Space,The subject of the image. This is generally the item on which the camera is focused. 
  • Negative Space, The rest of the image. It is located between the positive space and the frame. 
When many people go about composing an image, they concentrate their attention on the positive space. The negative space, gets very little thought. If it receives any consideration at all, it is more of an afterthought. This kind of approach can result in second-rate images. When correctly utilized, the negative space can serve two very important functions:
  1. it can help in defining what the positive space is all about. Basically, it help to tell the story for the positive space.
  2. It can Improve the positive space. Essencially the negative space help to make the positive space more noticeable.
Composition and Negative Space

The negative space can serve to help define the positive space by furnishing additional detail. As one example, a photograph may show part of a bridge. However, there may be few details that offer any suggestions of where the bridge is based. Is it in a crowded, urban park or in a forest? We can not tell from the close-up. If the photographer were to show some of the landscape, this would create some negative space that would certainly help to much better define the positive space. As a result, the image would be improved.
While utilizing a negative space can really strengthen an image, there is one thing that must be avoided. The negative space should never be allowed to overwhelm the positive space as this would serve to deteriorate the image.
Making the positive space stick out is the other way that the negative space helps to enhance images. This is accomplished due to the fact the negative space helps to control the attention of a viewer. It does this by helping to lead the viewer’s attention to the positive space. When utilized in this fashion, the negative space is often relatively devoid of detail (this gets rid of any unproductive detail).
In short, both spaces need to be taken into consideration when figuring out how to best compose an image. Basically, both spaces are of equal importance and should be treated as such. This will help improve the quality of the images that you capture.



Your Photography project
So, are you geared up to start a photography project? For this project, you should concentrate on capturing images where both spaces have been very carefully thought out. The goal is to carefully think about both spaces before the image is captured. This will require that you previsualize the image. That is, you must imagine what the image will look like before you capture the shot.


Friday, May 20, 2011

Teknik Dasar Pemotretan

Demi cintaku pada Allah, Demi cintaku pada Rasulullah, Demi cintaku pada kedua orang tua dan demi cintaku pada adinda. aku buat blog ini sebagai jalanku menuju pelangi ikhtiar. menuju manusia yang bermanfaat bagi sesama khususnya bagi para blogger mania ! Bismillahi RahmaniRahim....

Good Morning All !!

Berhubung saya pun adalah seorang Photographer pemula dan mulai hobby photo ketika ada sorang teman yang punya photo dan saya tidak segaja coba-coba untuk memotert objek-objek yang menurut saya menarik, ehh hasilnya kata teman saya lumayan bagus. Dan akhirnya saya pun tertarik dengan dunia photography selain saya juga ingin menekuni dunia pemograman dan blog. tapi yaa hobby dan propesi itu memang tidak harus satu kan, kata orang bijak "jangan bawa telur dalam satu keranjang kalau jatuh pecah semua" yang artinya jangan mengandalkan pada satu bidang usaha saja kalau suatu saat bidang usaha itu bangkrut atau terkena krisis kan repot jadinya.

sudah dulu ya intermejonya, kita langsung saja ke pembahsan utama, kali ini saya akan membahas apa yang sudah saya pelajari yaitu teknik dasar pemotretan :

Memahami pencahayaan

Fotografi adalah lukisan bercat cahaya. Maka, hal terpenting dalam fotografi adalah pencahayaan. Sekilas memang pencahayaan ini terkesan sulit, tapi pada dasarnya, penyetelan banyak - sedikitnya cahaya yang akan masuk dalam lensa kamera nggak begitu rumit. Kamera digital memang memiliki penyetelan cahaya secara otomatis, yang apabila di tempat terang ia akan menyesuaikan setelan rana menjadi lebih sempit sehingga hasil gambar akan normal, alias nggak berlebih cahaya (over-exposure). Tapi bagaimana di tempat gelap? Realitanya, kebanyakan kamera saku belum mampu mengatasi masalah pemotretan di tempat gelap. Dengan setelan shutter yang relatif cepat disertai dengan kondisi cahaya minim, hasil foto pasti akan buram. Solusi untuk ini tentu saja dengan memilih kecepatan rana rendah.

Memotretlah tanpa Flash

Nggak semua tempat bisa dijadikan lokasi pemotretan sesuai keinginan kita. Di museum, misalnya, kita nggak bisa seenaknya menggunakan lampu flash saat memotret obyek. Untuk menyiasati larangan tersebut, coba setel ISO ke level yang paling tinggi, buka aperture atau diafragma selebarnya dan gunakan shutter yang lambat. Dengan setelan ini, ditambah dengan penggunaan tripod, niscaya gambar kita akan bebas dari minim cahaya dan keburaman. Bagaimana kalau nggak ada tripod? Jangan khawatir, dengan teknik dasar, hal-hal sepert ini bisa diatasi. Caranya, perhatikan lah posisi tangan saat memotret. Minimalisasi gerakan yang mampu mengaburkan gambar dengan menempelkan sedekat mungkin lengan yang memegang kamera ke badan kita, lalu teguhkan posisi badan. Memang, trik ini nggak bisa menggantikan posisi tripod 100%, tapi bisa sedikit mengurangi gerakan yang mampu mengaburkan gambar.
Hal diatas sangat mudah dipahami, sekarang konsentasikan teknik pemotretan ke pemilihan penempatan obyek dalam gambar. Umumnya pandangan seseorang akan tertumpu pada obyek yang berada di tengah. Dengan kata lain, obyek yang di posisikan berada di tengah gambar akan mudah terlihat kekurangannya. Untuk mengecoh pandangan penikmat foto, coba ubah penempatan posisi obyek supaya nggak pas di tengah gambar.

Menjelajahi sudut

Sebaiknya jangan terpaku dengan sudut pengambilan sudut datar. Sesekali cobalah sudut pandang yang tajam dan juga sudut miring. Nantinya hasil gambar akan menarik. Masalah utama dalam fotografi salah satunya adalah keburaman. Betapapun canggihnya program manipulasi gambar, jika pada saat dipotret gambar sudah buram, akan susah untuk memperbaiki ketajaman gambar. Untuk mencegah keburaman, perhatikan selalu kecepatan shutter ketika akan memotret. Keburaman pada gambar seringkali disebabkan oleh terlalu cepatnya shutter. Idealnya, jika memotret tanpa tripod, pakailah shutter 1/125. Namun bila kita menyanggakan kamera di atas tripod, bisa pilih shutter dengan kecepatan 1/60 atau 1/30

Jangan tantang matahari

Hindari pengambilan gambar yang menantang matahari. Artinya, subyek foto lah yang menghadap sumber cahaya agar gambar yang di hasilkan terang. Jika sebaliknya, subyek akan terlihat gelap, sementara bidang lain di luar subyek akan terang benderang. Hasil ini bisa dianalogikan dengan suasana gerhana matahari. Memang, teknik fotografi menentang cahaya, atau sering disebut siluet, kerap dipilih para fotografer. Tapi jika teknik kita masih dalam level pemula, sebaiknya tunda dulu pengambilan gambar siluet.

Hindari Zoom Digital

Banyak bagunan-bagunan yang menarik untuk difoto. Sebisa mungkin hindari penggunaan zoom digital. Gunakan saja zoom optikal. Penggunaan zoom digital dapat mengakibatkan gambar pecah, atau terlihat jelas kotak-kotak pikselnya.


 
© Copyright 2035 Science19
Theme by Yusuf Fikri